Astana Giribangun: Wisata Religi di Makam Soeharto

Aurelia Liana
Written By Aurelia Liana
Ahli Strategi Digital yang berpengalaman dengan sejarah yang ditunjukkan dalam bekerja di layanan digital dan industri kreatif. Terampil dalam Strategi Digital Kreatif, Copywriting, Periklanan, dan E-commerce. Profesional pemasaran yang kuat dengan gelar Sarjana yang berfokus pada Komunikasi Massa / Studi Media dari The London School of Public Relation.

Astana Giribangun – Tidak sedikit orang yang menyukai situs wisata ziarah karena dianggap menjadi salah satu cara untuk mengenal sejarah. Kawasan kaki Gunung Lawu memiliki beberapa situs wisata sejarah yang cukup populer, salah satunya adalah Astana Giribangun Solo.

Nama tersebut mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang karena situs wisata sejarah tersebut merupakan kompleks pemakaman Soeharto, presiden kedua Indonesia. Kompleks pemakaman tersebut dibangun menjadi kompleks bangunan pemakaman yang megah di sebuah bukit yang berada di kaki Gunung Lawu.

Sekilas Tentang Astana Giribangun

Area pemakaman ini memiliki tampilan yang megah sehingga banyak orang yang mengunjungi wisata sejarah ini. Perlu diketahui bahwa tempat ini adalah mausoleum keluarga Soeharto yang berada di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar, di ketinggian sekitar 660 mdpl. Bagian atas Astana ini ada kompleks Astana Mangadeg.

Pemakaman dengan luas 43 hektar ini memiliki tiga tingkatan yaitu Cungkup Argo Sari, Argo Kembang, dan Argo Tuwuh. Selain pemakaman, di sini juga ada bangunan-bangunan seperti masjid, makam keluarga Soeharto, dan lain-lain.

Daya Tarik Dari Situs Ziarah Astana Giribangun

Meskipun berupa area pemakaman tetapi banyak orang yang berkunjung ke tempat ini karena daya tariknya. Berikut ini merupakan beberapa daya tarik dari kompleks pemakaman yang satu ini.

  • Pemakaman di Atas Bukit

Perlu diketahui bahwa kompleks Astana ini dibangun di atas bukit yang berada di Karanganyar. Lokasinya yang berada di atas bukit membuat tempat ini mempunyai hawa yang sejuk. Selain itu, pemandangan alam yang disajikan juga sangat indah sehingga banyak orang tertarik untuk mengunjunginya.

Astana Giribangun Makam Suharto
Astana Giribangun Makam Suharto

Di sini terdapat pepohonan yang rindang dan lebat yang mengelilingi area pemakaman. Bagi yang suka dengan kegiatan ziarah, suasana di sini sangat tenang sehingga cocok untuk khusyuk berziarah.

  • Sebagai Objek Wisata Religi

Selain kental karena nilai sejarahnya, ternyata kompleks Astana Giribangun ini menyandang status sebagai salah satu objek wisata religi di Indonesia. Situs wisata ini menjadi situs suci untuk para penganut kepercayaan Kejawen.

  • Wisata Edukasi Historis

Ternyata kompleks pemakaman ini dikelola oleh yayasan Astana Mangadeg yang secara khusus mengurus dan mengelola kawasan pemakaman para raja dari istana Mangkunegaran.

Istana Mangkunegaran, menurut sejarah merupakan hasil pecahan dinasti Mataram. Sedangkan Astana Mangadeg merupakan pemakaman raja-raja yang dekat dengan Astana Giri Bangun. Dengan begitu, maka para peziarah bisa berkunjung ke dua tempat ziarah sekaligus.

Fasilitas Umum Di Astana Giribangun

Bagi para peziarah yang datang ke Astana Giribangun, tidak perlu khawatir karena di sini sudah tersedia deretan fasilitas yang memadai. Beberapa diantaranya yaitu seperti berikut ini.

  • Area parkir luas
  • Kamar mandi
  • Toilet
  • Masjid khusus peziarah
  • Tempat istirahat
  • Rumah jaga
  • Fasilitas khusus untuk keluarga Cendana

Harga Tiket Masuk Ke Astana Giribangun

Bagi para peziarah yang ingin melakukan kunjungan ke kompleks pemakaman ini, perlu mengetahui tarif retribusi yang diberlakukan. Sejak tahun 2012 hingga kini pemerintah Kabupaten Karanganyar menetapkan tarif retribusi untuk para peziarah yang masuk lokasi wisata. Berikut merupakan rincian biaya yang perlu disiapkan oleh para peziarah.

  • Tiket masuk: Rp5.000 per orang
  • Parkir motor: Rp2.000 per kendaraan
  • Parkir mobil dan minibus: Rp5.000 per kendaraan
  • Jasa foto: Rp20.000

Jam Buka Tempat Ziarah Astana Giribangun

Pihak pengelola setempat menetapkan jam operasional yang berlaku untuk para pengunjung yang melakukan wisata religi dan wisata ziarah ke kompleks Astana Giribangun. Kompleks pemakaman ini buka setiap hari dari jam 08.00 WIB hingga jam 17.00 WIB.

Untuk menghindari keramaian pengunjung, bisa datang di hari-hari biasa, bukan akhir pekan atau hari besar. Biasanya untuk para penganut kepercayaan kejawen memiliki beberapa hari tertentu untuk melakukan ziarah ke pemakaman.

Lokasi Dan Rute ke Kompleks Pemakaman

Kawasan wisata ziarah ini berada di Desa Girilayu, Matesih, Karanganyar, Jawa tengah. Jika ditempuh dari kota Solo membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Rute yang dilalui bisa melewati jalan Keleng lalu ke Karanganyar, kemudian ke Kecamatan Matesih. Akses jalannya terbilang cukup bagus sehingga dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau minibus.

Tempat Makan di Dekat Kawasan Wisata

Sebelum atau setelah ziarah bisa mampir dulu ke wisata kuliner khas Solo yang dekat dengan kawasan wisata. Ada beberapa deretan warung yang menyediakan makanan khas Solo seperti nasi liwet, timlo, serabi, dan lain sebagainya.

Dulu, di area pemakaman terdapat jajaran warung yang menyediakan berbagai menu makanan yang lezat sekaligus penjual bunga dan souvenir. Namun saat ini di kompleks pemakaman sudah tidak ada lagi penjual supaya para pengunjung bisa lebih khusyuk ketika melakukan.

Jadi apabila ingin menikmati kuliner dan mengisi perut saat lapar bisa mencari warung atau resto yang dekat dengan kawasan wisata ziarah tersebut.

Demikianlah penjelasan seputar wisata ziarah Astana Giribangun yang merupakan kompleks pemakaman keluarga Soeharto. Saat berkunjung ke sini, bisa juga ziarah ke kompleks pemakaman lainnya yang terdekat.

Leave a Comment